Selasa, 19 Januari 2010


SUBRIO DEHAN, S.Ap,
Penata Muda Tk. I
NIP. 19600728 199103 1002

Seorang anak kampung yang lahir dari keluarga Kepala Desa yang bernama DEHAN, nama Dehan sangat terkenal sampai terkenal ke Kp. Ujungharapan di mana beliau saat ini ditugaskan sebagai Kepala Kelurahan Bahagia. Beliau asli anak betawi dengan selogan-seloganya yang sangat kental dengan betawi mandranya.

Penugasannya di Desa Bahagia (Kelurahan Bahagia sekarang) menggantikan H. Moh. Mamie AR seorang putra Ujungharapan yang menjabat selama 8 (delapan) tahun. menduduki kursi panas di Kelurahan Bahagia beliau sangat syarat dengan budaya Ujungharapan yang pada saat itu terkenal dengan wilayah yang rawan pertikaian antar kelompok. banyak tugas-tugas berat yang dipikul oleh beliau, terutama dalam hal menyatukan masyarakat Ujungharapan yang katanya masyarakat santri dengan Pondok Pesantren Attaqwa-nya, namun pada kenyataanya masyarakat Ujungharapan sudah sangat sedikit yang masih menjalankan amanah-amanah Almarhum Almaghfurlah KH. Noer Alie sang Pahlawan Nasional (Singa Karawang Bekasi).

Tugas perntama yang dijalankan adalah mengatasi masalah-masalah rawan banjir serta menertibkan para staf dengan penertiban di bidang Administrasi.

pendekatan awal kepada tokoh Ujungharapan yaitu bapak KH. Moh. Amin Noer, MA (Ketua Yayasan Attaqwa, Ketua MUI Kab. Bekasi) dengan bekerjasama membangun Ujungharapan.
seperti fhoto di sebelah diambil ketika menyelesaikan masalah penanggulangan banjir dengan menormalisasi saluran kali alam kami nyamat yang melintas di Pondok Pesantren Attaqwa yang dilamnya terdapat Makam Pahlawan Nasional Almarhum Almaghfurlah KH, Noer Alie.

Subrio Dehan, S.Ap tidak kenal lelah, datang pagi pulang malam demi untuk masyarakat Ujungharapan, dengan sedikit mengabaikan keluarga demi sebuah cita-cita yang luhur memajukan dan menata Ujungharapan tempat beliau ditugaskan.


Dengan bermodalkan keberanian, beliau meminta bantuan kepada para pengembang perumahan dengan memberikan bantuan alat berat untuk menormalisasi saluran-saluran yang sudah tersumbat dan dangkal akibat ulah masyarakat ujungharapan yang sudah kurang peduli dengan lingkungan, sehingga sering terjadi banjir bila musim hujan datang.

permohonan perbaikan jaling-jaling